Minggu, 16 Juni 2013

contoh review jurnal



REVIEW JURNAL
Nurnaningsih. 2011. Bimbingan kelompok untuk meningkatkan kecerdasan emosional siswa. Edisi khusus No. 1, Agustus 2011. 268-278.

A.    Pendahuluan
Manusia dalam perkembangannya memiliki suatu tugas berupa tugas perkembangan yang mesti dilalui sesuai dengan tahap perkembangannya. Pemenuhan terhadap tugas perkembangan dapat dibantu melalui proses pendidikan. Menurut Averoz (2008) diharapkan setiap siswa memperoleh pendidikan secara wajar menuju proses pendewasaan. Proses pendewasaan hakikatnya adalah tugas keluarga dengan lingkungan yang kondusif. Kendatipun demikian sekolah merupakan salah satu lembaga yang membantu proses pendewasaan serta membentuk manusia muda menuju kematangan.
Dalam pembelajaran di sekolah sering ditemukan siswa yang tidak dapat meraih prestasi belajar yang setara dengan kemampuan inteligensinya. Terdapat siswa yang mempunyai kemampuan inteligensi tinggi tetapi memperoleh prestasi belajar yang relatif rendah, namun ada siswa yang walaupun kemampuan inteligensinya relatif rendah, dapat meraih prestasi belajar yang relatif tinggi. Oleh karenanya taraf inteligensi bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan seseorang, karena ada faktor lain yang mempengaruhi. Menurut Goleman (2000 : 44), kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang 20% bagi kesuksesan, sedangkan 80% adalah sumbangan faktor kekuatan-kekuatan lain, diantaranya adalah kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ) yakni kemampuan memotivasi diri sendiri, mengatasi frustasi, mengontrol desakan hati, mengatur suasana hati (mood), berempati serta kemampuan bekerja sama.
Individu yang memiliki kemampuan kecerdasan emosional yang lebih baik, dapat menjadi lebih terampil dalam menenangkan dirinya dengan cepat, lebih terampil dalam memusatkan perhatian, lebih baik dalam berhubungan dengan orang lain, lebih cakap dalam memahami orang lain dan untuk kerja akademis di sekolah lebih baik (Gottman, 2001). Oleh karenanya untuk dapat mengembangkan serta meningkatkan kecerdasan emosional siswa, perlu disusun sebuah program yang tepat dalam upaya meningkatkan kecerdasan emosional siswa tersebut. Salah satu program yang dapat dilakukan yaitu program bimbingan kelompok dengan menggunakan berbagai teknik yang diharapkan dapat meningkatkan kecerdasan emosional siswa.

B.     Metode
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen (eksperimental research) dengan jenis variasi kuasi eksperimen yang bertujuan menguji salah satu variabel, model kuasi eksperimen ini berkaitan dengan pengontrolan variabel, jadi siswa diberikan instrumen kecerdasan emosional lalu didapatkan hasilnya, setelah itu didapatkanlah satu kelompok siswa yang masuk kedalam kelompok eksperimen dan satu kelompok siswa yang masuk ke dalam kelompok kontrol, desainnya mempergunakan desain kelompok kontrol Prates-Pascates Berpasangan (matching Pretest-PostTest Kontrol Group Design.
Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan mengguna-kan probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dimana seluruh elemen populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. Probability sampling yang dipakai adalah dengan sampel random sampling, yaitu merupakan suatu pengambilan sampel secara acak. Dalam hal ini penulis mengambil sampel teknik random sampling atau secara acak, karena salah satu cara pengambilan sampel yang representatif adalah secara acak atau random. Pengambilan sampel secara acak berarti setiap individu dalam populasi mempunyai peluang yang sama untuk dijadikan sampel.

C.    Hasil
  1. Profil Kecerdasan emosional siswa.
Tahap awal penelitian ini adalah dengan mengemukakan profil umum kecerdasan emosional siswa sebelum mengikuti pelaksanaan kegiatan bimbingan kelompok. Hal ini dilakukan untuk melihat secara umum bagaimana profil siswa sebelum mengikuti bimbingan kelompok.
  1. Rumusan program bimbingan kelompok untuk meningkatkan kecerdasan emosional siswa.
Komponen program yang dikembangkan meliputi (1) layanan dasar bimbingan, (2) layanan responsive, (3) perencanaan individual dan (4) dukungan sistem.
  1. Efektifitas program bimbingan kelompok untuk meningkatkan kecerdasan emosional siswa.
Ø  Pengujian asumsi statistic
Pelaksanaan pengujian asumsi statistik yang disyaratkan dalam analisis data menggunakan prosedur-prosedur yang sesuai dengan tujuan pengujian. Data dalam penelitian harus normal artinya data yang dihubungkan berdistribusi normal, maka perlu diuji normalitas.
Ø  Pengujian hipotesis penelitian
Untuk menguji efektivitas pelaksanaan bimbingan kelompok, langkah yang digunakan adalah dengan membandingkan gain atau selisih pretest posttets pada kelompok eksperimen dan gain atau selisih pretest-posttest pada kelompok eksperimen.

D.    Diskusi
1.      Implikasi
Berdasarkan hasil pengamatan pada proses pembelajaran, analisis data penelitian, uji statistik serta pembahasan pada bagian terdahulu tentang program bimbingan kelompok, studi pendahuluan, gambaran umum serta kuesioner terhadap peningkatan kemampuan kecerdasan emosional pada siswa, secara keseluruhan studi ini telah memenuhi tujuannya yaitu pelaksanaan program bimbingan kelompok yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kecerdasan emosional siswa. Siswa juga di harapkan agar memiliki kecerdasan emosional (EQ) dalam dirinya. Kercerdasan emosional dapat membantu siswa agar tumbuh dan berkembang secara optimal.
2.      Keterbatasan Studi
Mengenai keterbatasan studi ini, peneliti melakukan penelitian dengan beberapa sampel siswa untuk di jadikan contoh subjek dalam penelitiannya. Dari beberapa sampel yang telah di ambil, penelitian ahirnya membentuk konseling kelompok untuk bisa membereikan masukan kepada siswa yang memiliki kecerdasan emosional yang belum sesuai atau masih kurang.
3.      Rekomendasi
Setelah melihat penelitian si peneliti, seharusnya peneliti dalam mengambil sampel tidak menggunakan sampel random (acak), karna sampel acak memiliki ketebatasan dalam peserta. Peserta tidak bisa semua di ketahui apakah memiliki kecerdasan emosional yang cukup ataukah masih kurang. Namun, keterbatasan waktu yang di miliki menjadi pertimbangan peneliti dalam mengambil sampel secara acak.

5 komentar: